Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi. Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, UMKM didorong menjadi sektor yang mampu menciptakan peluang usaha baru dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kementerian UMKM, Reghi Perdana, mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu langkah efektif dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, komunitas memiliki peran penting dalam membantu UMKM memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kegiatan berbasis komunitas memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kemudian juga memperluas jaringan, dan memperkuat daya saing,” ujar Reghi.
Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar. Karena itu, penguatan UMKM menjadi langkah penting untuk menjaga kesempatan kerja masyarakat dan mengurangi potensi PHK, terutama saat dunia usaha menghadapi tekanan ekonomi.
Komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat juga diwujudkan melalui dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif. Salah satunya dengan mendorong keterlibatan UMKM dalam industri musik melalui pemanfaatan produk dan jasa lokal, mulai dari penyediaan bahan baku hingga perlengkapan pendukung alat musik.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, menilai pengembangan sekolah musik dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain mencetak talenta kreatif, sektor tersebut juga mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi pelaku UMKM di sekitarnya.
Contoh nyata terlihat pada pengembangan Dialogue Music School di Tangerang. Kepala Sekolah Dialogue Music School, Mouritz Kansil, mengatakan konsep yang menggabungkan pendidikan musik dengan penjualan alat musik mampu menciptakan peluang bisnis baru sekaligus menyerap tenaga kerja.
“Kehadiran toko ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap alat musik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah,” kata Mouritz.
Pengembangan usaha berbasis kreativitas tersebut menunjukkan bagaimana penguatan UMKM yang didorong pemerintah tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga berperan sebagai solusi dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengantisipasi dampak PHK melalui tumbuhnya sektor-sektor usaha produktif di masyarakat.














Leave a Reply