Jakarta – Pemerintah menetapkan skema kompensasi bagi korban bencana di wilayah Sumatra sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur pascabencana. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kepastian bantuan yang adil, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam melindungi warganya dari dampak bencana alam yang terjadi secara berulang.
Penetapan skema kompensasi tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas bencana alam di Sumatra dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari banjir bandang dan tanah longsor hingga bencana hidrometeorologi lainnya. Dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada permukiman dan infrastruktur, tetapi juga memicu persoalan sosial yang kompleks, termasuk meningkatnya jumlah pengungsi dan terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra telah menyusun rencana pemberian kompensasi rumah bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai ketua satuan tugas menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki fokus utama pada pengurangan jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda penampungan darurat.
“Rencana kompensasi ini dianggap krusial sebagai simbol percepatan pemulihan kondisi pascabencana di ketiga provinsi tersebut.” ujar Tito
Ia juga menekankan pentingnya realisasi skema ini sesegera mungkin dengan tujuan untuk secara signifikan mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Skema kompensasi yang disiapkan pemerintah disusun dengan pendekatan berbasis data dan tingkat kerusakan yang dialami masyarakat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Sosial telah menetapkan mekanisme kompensasi yang mengacu pada hasil pendataan lapangan yang tervalidasi.
Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan bahwa bantuan disalurkan secara proporsional dan sesuai kebutuhan, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan sasaran dalam pelaksanaan di lapangan.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Aceh Sumatra, Amran Jamaludin mengatakan bahwa besaran kompensasi diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh masing-masing korban.
“Selain mendapatkan uang kompensasi, pemerintah juga bakal memberikan uang peningkatan ekonomi serta mengisi perabotan rumah sebesar Rp3.000.000 per kepala keluarga.” Ungkap Amran
Skema ini dirancang untuk memastikan bahwa korban bencana tidak hanya memperoleh hunian yang layak, tetapi juga memiliki dukungan awal untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi rumah tangga.













Leave a Reply