Semarang – Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani menegaskan bahwa transformasi digital menjadi langkah penting dalam memperkuat keberadaan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor baru penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah.
Farida menjelaskan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha desa.
Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan, tegas Farida.
Pemerintah memandang keberadaan Koperasi Merah Putih sebagai peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi desa.
Sejak diresmikan secara nasional pada Juli 2025, KDKMP telah dibekali dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa atau Simkopdes. Platform ini dirancang untuk mendukung tata kelola koperasi yang modern dan berbasis teknologi digital.
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, menjelaskan bahwa Simkopdes menjadi instrumen penting dalam memperkuat manajemen koperasi desa agar lebih profesional dan akuntabel.
Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota, ucap Riza.
Melalui sistem tersebut, berbagai proses administrasi dan pengelolaan usaha koperasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terbuka.
Anggota koperasi juga diharapkan lebih mudah mengakses informasi terkait transaksi, distribusi produk, hingga laporan keuangan. Dengan demikian, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dapat terus meningkat.
Digitalisasi koperasi juga dinilai penting untuk memperluas pasar produk UMKM lokal. Produk-produk desa yang sebelumnya hanya dipasarkan secara konvensional kini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital.
Selain dukungan teknologi, pemerintah juga menilai peran media massa sangat penting dalam mengawal transformasi koperasi desa.
Jurnalis Senior sekaligus Akademisi Universitas Padjadjaran, Abie Besman, menilai koperasi tidak lagi bisa dipandang sebagai lembaga ekonomi tradisional yang identik dengan pola lama dan birokratis. Koperasi harus tampil modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia meminta insan pers menggali sisi kemanusiaan, konflik, perjuangan, dan dampak sosial dari keberadaan koperasi agar berita terasa lebih hidup.
“Berita harus punya denyut dan kedekatan dengan masyarakat. Jika hanya formalitas, publik tidak akan tertarik,” katanya.
Melalui percepatan digitalisasi ini Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi fondasi baru ekonomi kerakyatan yang lebih kuat.
Transformasi digital diyakini akan membantu koperasi meningkatkan transparansi tata kelola, memperkuat efisiensi usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.









Leave a Reply