Presiden Prabowo Dorong Riset Strategis Dukung Program Prioritas Nasional

JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan nasional melalui penguatan sektor riset dan inovasi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumpulkan sekitar 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, guna menyinergikan hasil penelitian dengan program-program prioritas strategis pemerintah. Langkah nyata ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam membangun kemandirian bangsa yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi unggul.

Sebagai fondasi utama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa lompatan besar dalam riset dan inovasi hanya dapat terwujud jika didukung oleh sistem pendidikan yang tangguh. Oleh karena itu, pemerintah bersiap menggelontorkan investasi berskala besar di sektor tersebut.

“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan. Karena itulah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” tegas Presiden Prabowo.

Beliau juga secara terbuka menyoroti pentingnya evaluasi terhadap alokasi anggaran dan perhatian pada sektor penelitian di masa lalu, agar ke depannya Indonesia dapat berlari lebih kencang bersaing di kancah global.

“Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” tambahnya.

Sejalan dengan visi besar tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan ini dirancang secara khusus agar pemerintah dapat langsung mengimplementasikan hasil penelitian para ilmuwan ke dalam kebijakan nyata.

“Teman-teman BRIN akan memaparkan beberapa hasil penelitian yang memang fokus untuk membantu pencapaian program-program prioritas pemerintah,” ujar Prasetyo.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa karya dan inovasi yang didorong oleh pemerintah tidak hanya bersifat teoretis, melainkan harus mampu memberikan solusi atas permasalahan sehari-hari yang krusial bagi hajat hidup masyarakat.

“Dalam hal pangan, energi, dan beberapa hal yang bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi masyarakat. Misalnya sampah, kemudian perahu berbasis solar cell dan sebagainya,” imbuh Prasetyo.

Merespons dukungan penuh dari Kepala Negara, Kepala BRIN Arif Satria menguraikan bahwa pihak BRIN telah menyiapkan belasan klaster riset dan ratusan produk siap pakai yang telah dikurasi secara ketat guna menopang program strategis pemerintah.

“Produk kita ada sekitar 12 klaster. Jadi 12 klaster, produk kurang lebih setelah dikurasi di atas 150, 150 sampai 200 produk. Produk-produk untuk Absorbed Natural Gas yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia,” paparnya.

Deretan inovasi mutakhir yang dipamerkan, mulai dari teknologi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga padi biosalin untuk swasembada pangan, menjadi bukti nyata keselarasan antara keunggulan riset BRIN dan visi besar Presiden Prabowo. Melalui dukungan penuh dan kolaborasi nyata dari pemerintah saat ini, ekosistem riset yang tangguh dipastikan siap menjadi mesin penggerak utama bangsa menuju terwujudnya Indonesia Emas yang maju, sejahtera, dan berdaulat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *